Jumat, 10 Februari 2012

Kata Hati, mungkin puisi.. (Gejolak yang Terbelenggu)

Biarkan hatiku memekik hingga mengalahkan gemuruh halilintar

menembus semesta

biarkan jiwaku memberontak melampaui dahsyatnya badai topan

menerobos ujung angkasa

biarkan
toh ragaku masih disini

meratapi betapa tak berdayanya memandang sang waktu yang terus berlalu melambaikan kecongkakannya

menertawakan ketidaksempurnaanku

menyamarkan eksistensiku

mencibir air mataku yang takkan habis bagai limpahan samudra

hingga kemudian kutersadar dan bangun dari mimpiku
bahwa saat ini aku terhimpit gejolak nurani yang berada di buih realitas (hR)


me 170209

Tidak ada komentar:

Posting Komentar